|
Written by tanwirul
|
|
Mar 24, 2008 at 10:06 PM |
Tujuan saya menulis artikel ini karena di dasari keinginan tuk saling berbagi pengalaman pribadi saat saya melakukan setting manual SE J230i. Klo gitu langsung aza yach kita simak langkah2nya : Menu > Internet Service > Options > Internet Profiles > Add Profile Name : M3 GPRS (atau boleh nama lain sesuka anda) > YES Connect Using > Add Account? > GPRS Data > Name : M3 GPRS (atau boleh nama lain sesuka anda) APN : www.indosat-m3.net Username : gprs Password : im3 Kemudian save(simpan).
Setelah anda berhasil melakukan penyimpanan anda akan kembali ke submenu Data Account. Pilihlah account yang baru saja kita buat (M3 GPRS), langkah selanjutnya masukkan IP Address. IP Address : 10.19.19.19 atau 010.019.019.019 Kemudian Save. |
|
Last Updated ( Mar 24, 2008 at 10:13 PM )
|
|
Read more...
|
|
|
Misteri Kotak Hitam Bu Beri |
|
Written by tanwirul
|
|
Jan 30, 2008 at 09:34 PM |
|
Poka dan Beka adalah dua ekor bebek yang masih muda. Umur keduanya sepantaran dengan manusia yang sedang dalam masa ABG. Si Poka sendiri umurnya sedikit lebih tua dibanding Beka, selisih 3 bulan. Meskipun masih muda, kedua bebek tua (kalau manusia kan orang tua, berarti kalau bebek ya bebek tua, hehehe) mereka sudah meminta Poka dan Beka untuk hidup sendiri. Bukan apa-apa. Dibanding kelima saudara mereka yang lain, Poka dan Beka ternyata memiliki sifat yang kurang baik, yaitu suka curiga dan sinis terhadap binatang yang lain. Agar keduanya bisa sadar dan berubah, bebek tua mereka menyuruh Poka dan Beka untuk mendirikan rumah sendiri dan hidup mandiri. Pinggir sungai adalah tempat yang dipilih oleh Poka dan Beka. Selain nyaman, juga dekat dengan sumber makanan dan air. Kebetulan, tempat yang mereka berseberangan dengan rumah kayu milik Bu Beri Berang-berang. Suatu hari, dari balik jendela, Beka melihat Soni Semut membawa sebuah kotak ke rumah Bu Beri. Kotaknya besar. Cukup untuk memasukkan Horas ke dalamnya. Sedang bagian luarnya terbungkus oleh kain berwarna hitam. ‘Hei Poka, coba lihat itu”, panggil Beka. Poka yang sedang menggunting kukunya berhenti dan melangkah menuju jendela. “Apaan sih?” “Itu”, tunjuk Beka dari balik korden, “kotak hitam itu. Kira-kira apa ya isinya?” |
|
Last Updated ( Feb 06, 2008 at 09:42 PM )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Jan 30, 2008 at 09:03 PM |
|
Sudah 3 jam 20 menit lebih Cabi duduk termangu di pinggir sungai. Ia sibuk mengamati ketiga temannya — Ciplak Bebek, Ciplik Bebek, dan Cipluk Bebek — yang sedang berenang. Iri. Ingin rasanya ia juga ikut menceburkan diri ke sungai yang dingin dan jernih itu, dan ikut berenang dengan gaya kupu-kupu, mengejar bebek-bebek tersebut. Selama ini orang babi tuanya hanya mengajarkan cara untuk berguling-guling di lumpur dengan baik dan benar. Gak pernah sekalipun mereka menyinggung masalah berenang. “Lagi ngapain Bi?”, sapa Libi si Musang yang tiba-tiba muncul dari balik batu. “Itu”, jawab Cabi sembari menghela nafas dalam-dalam, “aku ingin bisa berenang seperti bebek-bebek itu.” “Apalagi itu, si Cipluk”, lanjutnya. Hidungnya diarahkan ke arah Cipluk Bebek. “Ia bahkan bisa berenang hanya dengan menggunakan paruhnya.” Libi terdiam. Berpikir. Sejenak kemudian matanya berkilau dan senyumnya tersungging. “Mau aku ajarin berenang? Aku jago loh, waktu SD aja juara berenang tingkat kecamatan.” Cabi menoleh ke arah Libi. Secercah harapan hadir di benaknya. “Sungguh? Kamu sungguh-sungguh mau mengajari aku berenang?”, tanya Cabi tak percaya. Ekor pendeknya yang ikal mulai berputar-putar. Tanda ia sedang kegirangan. |
|
Last Updated ( Feb 15, 2008 at 06:50 PM )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Previous 1 2 Next > End >>
|